Hasil Tes MBTI oleh Achmad Faris Zubaidi

 



Sifat Kepribadian

 


Pikiran

Sifat ini menentukan bagaimana kita berinteraksi dengan lingkungan kita.


Achmad Faris Zubaidi kebanyakan Extravert .

Individu yang ekstravert lebih menyukai aktivitas kelompok dan mendapatkan energi melalui interaksi sosial. Mereka cenderung lebih antusias dan lebih mudah bersemangat daripada introvert.

Extrovert (E) vs. Introvert (I). Dimensi EI melihat orientasi energi kita ke dalam atau ke luar. Ekstrovert artinya tipe pribadi yang suka dunia luar. Mereka suka bergaul, menyenangi interaksi sosial, beraktifitas dengan orang lain, serta berfokus pada dunia luar dan action oriented. Mereka bagus dalam hal berurusan dengan orang dan hal operasional. Sebaliknya, tipe introvert adalah mereka yang suka dunia dalam (diri sendiri). Mereka senang menyendiri, merenung, membaca, menulis dan tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang.  Mereka mampu bekerja sendiri, penuh konsentrasi dan focus. Mereka bagus dalam pengolahan data secara internal dan pekerjaan back office.


Energi

Sifat ini menunjukkan ke mana kita mengarahkan energi mental kita.

Achmad Faris Zubaidi sebagian besar bersifat Intuitif .

Individu yang intuitif sangat imajinatif, berpikiran terbuka, dan ingin tahu. Mereka lebih menyukai kebaruan daripada stabilitas dan fokus pada makna tersembunyi dan kemungkinan masa depan.

Sensing (S) vs. Intuition (N). Dimensi SN melihat bagaimana individu memproses data. Sensing memproses data dengan cara bersandar pada fakta yang konkrit, praktis, realistis dan melihat data apa adanya. Mereka menggunakan pedoman pengalaman dan data konkrit serta memilih cara-cara yang sudah terbukti. Mereka fokus pada masa kini (apa yang bisa diperbaiki sekarang). Mereka bagus dalam perencanaan teknis dan detail aplikatif. Sementara tipe intuition memproses data dengan melihat pola dan hubungan, pemikir abstrak, konseptual serta melihat berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Mereka berpedoman imajinasi, memilih cara unik, dan berfokus pada masa depan (apa yang mungkin dicapai di masa mendatang). Mereka inovatif, penuh inspirasi dan ide unik. Mereka bagus dalam penyusunan konsep, ide, dan visi jangka panjang.


Alam

Sifat ini menentukan bagaimana kita membuat keputusan dan mengatasi emosi.

Achmad Faris Zubaidi kebanyakan Merasa .

Individu yang merasa sensitif dan ekspresif secara emosional. Mereka lebih empati dan kurang kompetitif dibandingkan tipe Thinking, dan fokus pada harmoni sosial dan kerja sama.

Thinking (T) vs. Feeling (F). Dimensi ketiga melihat bagaimana orang mengambil keputusan. Thinking adalah mereka yang selalu menggunakan logika dan kekuatan analisa untuk mengambil keputusan. Mereka cenderung berorientasi pada tugas dan objektif. Terkesan kaku dan keras kepala. Mereka menerapkan prinsip dengan konsisten. Bagus dalam melakukan analisa dan menjaga prosedur/standar. Sementara feeling adalah mereka yang melibatkan perasaan, empati serta nilai-nilai yang diyakini ketika hendak mengambil keputusan. Mereka berorientasi pada hubungan dan subjektif. Mereka akomodatif tapi sering terkesan memihak. Mereka empatik dan menginginkan harmoni. Bagus dalam menjaga keharmonisan dan memelihara hubungan.


Taktik

Sifat ini mencerminkan pendekatan kami terhadap pekerjaan, perencanaan, dan pengambilan keputusan.

Achmad Faris Zubaidi sedang mencari prospek .

Calon individu sangat pandai berimprovisasi dan melihat peluang. Mereka cenderung fleksibel, nonkonformis santai yang lebih suka membiarkan pilihan mereka terbuka.

Judging (J) vs. Perceiving (P). Dimensi terakhir melihat derajat fleksibilitas seseorang. Judging di sini bukan berarti judgemental (menghakimi). Judging diartikan sebagai tipe orang yang selalu bertumpu pada rencana yang sistematis, serta senantiasa berpikir dan bertindak teratur (tidak melompat-lompat). Mereka tidak suka hal-hal mendadak dan di luar perencanaan. Mereka ingin merencanakan pekerjaan dan mengikuti rencana itu.  Mereka bagus dalam penjadwalan, penetapan struktur, dan perencanaan step by step. Sementara tipe perceiving adalah mereka yang bersikap fleksibel, spontan, adaptif, dan bertindak secara acak untuk melihat beragam peluang yang muncul. Perubahan mendadak tidak masalah dan ketidakpastian membuat mereka bergairah. Bagus dalam menghadapi perubahan dan situasi mendadak.


Identitas

Sifat ini menopang semua yang lain, menunjukkan betapa yakinnya kita pada kemampuan dan keputusan kita.

Achmad Faris Zubaidi kebanyakan bergolak.

Individu yang bergejolak memiliki kesadaran diri dan peka terhadap stres. Mereka cenderung mengalami berbagai macam emosi dan didorong oleh kesuksesan, perfeksionis, dan bersemangat untuk berkembang.

Tegas (A) vs Bergolak (T). Skala Identitas, yang terdiri dari ciri-ciri kepribadian Assertive dan Turbulent, mempengaruhi semua skala lainnya dan menunjukkan seberapa percaya diri kita dengan kemampuan dan keputusan kita. Identitas memicu cara kita bereaksi terhadap hal-hal yang terus-menerus dilontarkan oleh kehidupan kepada kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perilaku Individu Dan Nilai – Nilai Kepribadian

Pandangan Hasil Tes MBTI